Oleh: Nurhayati's Blog | 30 Januari 2013

Emih…. (2)

 

makam

Semalam tiba-tiba saja hp ku berdering, kulihat ada incoming calls dari no hp adik ipar, sepintas berpikir tumben ada apa gerangan. Begitu diangkat dari seberang terdengar suara salam dari pemilik hp. Ternyata Ibu yang ingin bicara, Ibu tak pandai mengoperasikan handphone, jadi bila ada perlu untuk bicara dengan siapapun melalui handphone akan meminta bantuan pada anak, menantu atau cucunya.

Ah.. suara itu yang selalu kurindukan, karena jarang sekali beliau mau berlama-lama bicara lewat telepon, “jangan boros-boros dengan pulsa, bicaralah seperlunya, yang penting-penting saja kalau tak ada perlu telepon tak usah telepon atau sms” begitu selalu yang diucapkannya bila melihat kami bertelepon ria agak lama.  Beliau tidak tidak tahu promo paket yang digembor-gemborkan dengan menarik oleh para provider untuk “merayu” pengguna kartu memakainya.

Tanpa basa-basi bak isi berita darurat telegram jaman dulu kala mengalir informasi dengan cepat, singkat dan langsung dapat ditangkap maksudnya, beliau mengabarkan bahwa Emih telah berpulang hari minggu lalu tanggal 20 Januari 2013.  Innalillahi wa innailaihi raaji’uun….Beliau memintaku mendoakan Emih setiap malam Jumat atau menyebutkan namanya dalam do’a harian setiap selesai sholat. Ibu menganggap Emih seperti keluarga sendiri sampai-sampai memasukkan namanya dalam daftar nama keluarga yang senantiasa kami sebutkan ketika berdo’a.

Bagi kami do’a adalah elemen penting dalam kehidupan, rasa kebergantungan terhadap Yang Maha Kuasa, Allah subhanahu wata’ala, pemilik segala yang ada dialam semesta. Karena begitulah seharusnya manusia bersikap. Diri kita, sekuat atau sehebat apapun tak akan mampu berbuat sesuatu tanpa kehendak-Nya.

Begitu informasi selesai disampaikan tak lupa beliau menanyakan kabarku disini. Aku selalu bilang baik, apapun kondisinya, meski kadang tak seperti yang kubilang. Aku tak mau membuatnya khawatir. Kecuali bila beliau sudah tahu atau mengenali perubahan nada suaraku bila aku sedang dalam kondisi kurang sehat. Aku pun sebaliknya bertanya kabar darinya dan kudapati jawaban yang sama. Kemudian beliau segera pamit menyudahi pembicaraan, mengucap salam, aku masih memasang hp ditelinga menunggu sambungan dari seberang benar-benar terputus dan kemudian kudengan suara jauh beliau memanggil menantunya untuk mematikan sambungan.

 

Oleh: Nurhayati's Blog | 3 Desember 2012

Saya Akan Jadi Uwa..

Kabar bahagia itu saya dengar hari Minggu malam kemarin, adikku sedang hamil 2 bulan sekarang. Saya senang sekali mendengar itu. Kabar itu sedikit mengobati hati yang sedang dilanda kepedihan karena seseorang, kalau ingat kejadian itu pilu sekali rasanya dan ingin menangis. Tapi saya kuat-kuatkan agar bisa menahan perasaan yang sakit. Masih banyak hal yang harus saya pikirkan dan kerjakan.

Entahlah meski bukan saya yang hamil atau yang akan punya anak saya dilanda perasaan takjub mendengar berita kehamilan itu. Rumah kami akan bertambah ramai dengan kehadiran seorang bayi kecil nantinya. Saya suka dengan anak-anak, mereka lucu dan menggemaskan. Perasaan rindu yang begitu kuat untuk pulang kampung selalu dikarenakan keponakan-keponakan saya.

Saya akan kembali sering pulang bila keponakan saya lahir nanti.

 

 

Oleh: Nurhayati's Blog | 19 Juli 2012

Penat Mendera

Menjelang weekend semakin padat saja job list saya, satu belum tuntas udah nongol lagi yang baru. Padahal besok jumat s/d ahad rencana saya untuk pulang kampung, kemarin malah disodori agenda untuk ngisi training product knowledge untuk hari sabtu. Kalau saja kepulangan saya hanya untuk keperluan melepas kangen bersama keluarga, mungkin bisa dengan mudah saya batalkan. Saya bisa reschedule pulang kampung pekan depannya. Kepulangan kali ini memang sudah direncanakan jauh-jauh hari dan Ibu yang memintanya langsung. Biasanya beliau tidak pernah mengatur jadwal kepulangan saya. Suka-suka saya kapan saja mau pulang. Bahkan bila saya terlalu sering pulang beliau malah menegur saya untuk tidak sering-sering pulang. “Gunakan uang sebaik mungkin, jangan buang2 uang untuk mbayarin mobil (ongkos maksudnya)” begitu pesannya pada saya.

Kepulangan saya kali ini dalam rangka memperingati 1 tahun meninggalnya Ayah, yang kebetulan jatuh tepat di hari ke 5 bulan Ramadhan, secara penanggalan Masehi seharusnya jatuh di hari ke 5 bulan Agustus. Tapi secara tradisi hitungan yang dipakai para sesepuh adalah penanggalan Jawa yang identik dengan penanggalan Islam/Hijriah.

Saya memutar otak gimana caranya supaya saya bisa tetap pulang kampung besok siang. Cara pertama saya minta agenda training dimundurkan sabtu pekan depan dengan alasan sesuai keperluan yang sudah disampaikan diatas tadi, tapai gagal. Pihak HRD (penyelenggara training) menolak dengan alasan keburu basi, saya mikir lagi, saya belum siapin materi/bahan untuk training. Tetap tidak berhasil. Dalam beberapa hari kedepan masih ada waktu untuk membuatnya.

Rasanya sudah mentok. Tiba2 dapat ide untuk minta tolong rekan satu departemen menggantikan saya menjadi trainer. Dengan muka melas dan permohonan yang amat sangat juga sedikit lebay akhirnya dia setuju, saya akan bantu dia buat materi trainingnya. yesss !!!!

Hari ini rencana mau pulang malam lagi untuk menyelesaikan pekerjaan, tapi rupanya fisik saya menolak, kepala sudah berdenyut-denyut karena pening, pakaian kerja terasa sudah tidak nyaman karena seharian ini terlalu banyak bergerak, suhu tubuh naik keringat keluar berlebih. Kalaupun diteruskan malah tidak efektiv.

pulang sajalah…

Oleh: Nurhayati's Blog | 17 Juli 2012

PHK

Hari ini dengan keadaan terpaksa saya harus mengeluarkan satu orang anggota tim ditempat kerja. Rasanya sungguh membuat saya tidak nyaman, mengingat ini bukan keputusan atau atas pertimbangan saya sendiri sebagai leadernya langsung. Ini murni keputusan bos besar. Yang bisa saya pastikan beliau mengucapkannya dalam keadaan emosi. Tidak ada celah untuk memberi alasan ini itu, sekali beliau putuskan yang lain hanya bisa meng-amin-kan saja, meski dalam hati menolaknya.

Penyebab dari itu semua adalah karena barang terkirim lebih ke customer dan ketika customer dikonfirmasi menyatakan tidak ada ketidaksesuaian. Dalam waktu singkat diambil kesimpulan bahwa sebagian barang hilang, saya dan 2 orang lain dari tim logistik diam-diam terpaksa berkunjung ke customer bersangkutan untuk memastikan hal tsb. Karena feeling saya mengatakan barang tidak hilang dicuri tapi kemungkinan tanpa sengaja terkirim. Dan benar saja kami mendapati jumlah barang disana berlebih.

Satu masalah terselesaikan, selanjutnya yang dipikirkan adalah bagaimana meyakinkan customer dan membuatnya mau mangakui kelebihan barang tsb. Dalam kunjungan berikutnya dan dari hasil diskusi singkat cerita mereka mengakui dan menyatakan memang ada kelebihan barang ditempat mereka, kami sepakati waktu dan tanggal untuk melakukan penarikan.

PIC yang melakukan penghitungan yang ternyata menanggung resiko dari ini semua. Apa mau dikata kini tinggal mengucapkan salam perpisahan kepadanya. Dari pembicaraan saya dengannya tadi pagi sepertinya dia menerima ini semua. Saya mengharagi kebesaran hatinya dan berdoa untuknya, semoga dia bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak lagi ditempat berikutnya.

 

 

 

Oleh: Nurhayati's Blog | 15 Juni 2012

Peoples Around My Life

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sebenarnya masih banyak orang-orang yang hadir disekeliling saya, yang banyak memberi kesan dan warna serta memiliki andil luar biasa buat saya sehingga saya menjadi sosok saya seperti ini. Entah seperti apa orang menilainya, baik atau buruk sebodo amat orang mau menilai apa.  Sejauh yang dapat saya simpulkan banyak hal yang sudah saya raih dalam hidup tapi lebih banyak lagi yang belum.  Dari yang belum itulah yang senantiasa melecut diri saya untuk kembali bangkit ketika perasaan kecewa,sakit hati dan nyaris putus asa merundung hari-hari saya.

Pasang surut kehidupan memberi banyak hikmah buat saya ( tanpa bermaksud sombong ), terlepas dari kebodohan, kekhilafan dan keterbatasan diri dalam memahami hakikat tersebut.

Buat keluarga, saudara, teman-teman serta siapa aja yang pernah bertemu dan berinteraksi dengan saya terima kasih untuk semua kesan yang kalian berikan.

Oleh: Nurhayati's Blog | 8 Juni 2012

my promise

if God give second chance to me, to meet the body

I made a promise to myself

to say each day how much he means to me
And avoid that circumstance
Where there’s no second chance
To tell him how I feel

Cause I’ve lost loved ones in my life
Who never knew how much I loved him
Now I live with the regret
That my true feelings for him
Never were revealed

Oleh: Nurhayati's Blog | 2 Januari 2012

Emih…

Kemarin ketika bersiap untuk berangkat kembali ke Tangerang, dari luar kudengar suara seseorang yang ku kenal memanggil nama ku berkali-kali. Emih, nenek kaya tetangga sebelah rumah, nenek tersebut memiliki cucu perempuan yang seusia denganku dan tinggal bersama nenek tersebut. Aku dan cucunya bersahabat baik,keluargaku juga demikian. Kami sama-sama memilih sekolah yang sama saat SMP dan kota yang sama saat SMA dulu, tetapi berbeda sekolah. Begitu lulus SMA kami berpisah. Dia yang berasal dari keluarga mampu, melanjutkan kuliah perawat. Saat ini cucunya sudah menikah dan memiliki anak.

Aku keluar mencari sumber suara, kudapati dua orang memapah Emih menuju rumahku. Tubuhnya sudah lemah, berjalan pun perlu bantuan orang lain. Begitu sampai diteras tubuhnya langsung tersungkur ke lantai, aku berusaha mengajaknya ke dalam tapi beliau menolak. Dari tangan kananya kulihat lipatan uang 50 ribuan, tidak lama uang tersebut disodorkan ke arahku, sambil berujar “ieu keur Nur ti Emih…”. Aku bilang “ntong Mih keur Emih wae, nur mah tos aya”   Salah seorang Ibu yang memapahnya kudengar terisak menangis saat Emih menyerahkan uang tersebut kepadaku. Aku masih belum mengerti maksud pemberian tersebut. Hatiku menolak, aku yang masih muda dan bekerja memiliki penghasilan diberi uang oleh seorang nenek yang sudah sepuh, bukankah harusnya sebaliknya ?. Tapi Emih bersikeras memaksaku menerimanya. Aku tak kuasa menolaknya lagi. Ibu dan beberapa saudaraku keluar menghampiriku. Ibuku berbisik meminta aku menerima pemberian Emih dan berpesan untuk memebelikan sesuatu untuk Emih bila aku kembali pulang nanti. Beberapa orang yang lewat didepan rumahku berhenti menyaksiksan sedikit keramaian itu.

Setelah aku menerima uang tersebut salah seorang putri Emih datang menjemputnya untuk pulang kerumah sambil memarahinya karena pergi keluar rumah tanpa pamit kepadanya. Emih pun dipapah kembali ke rumahnya. Entah kenapa melihat Emih pergi hatiku pilu dan tak kuasa menahan air mata. Dalam pikiranku mungkin Emih kasihan melihat kondisi keluargaku yang baru saja ditinggal pergi oleh Ayahku, tulang punggung keluarga. Satu hal yang mungkin Emih tidak ketahui bahwa kami memang masih berduka atas kepergian Ayah, tapi kami masih tetap bisa bertahan dan akan terus bertahan menjalani kehidupan ini.

Dalam hati kuucapkan terima kasih Emih untuk ketulusanmu……

 

Oleh: Nurhayati's Blog | 22 Desember 2011

Ibu…..

Buat saya perasaan cinta pada Ibu tidak terbatas waktu, kapanpun… sebagian orang menganggap hari ini ( 22 Desember ) sebagai hari Ibu. Lirik lagu dibawah ini mungkin sebenarnya adalah ungkapan perasaan dari seorang laki-laki kepada pasangan yang dicintainya. Tapi saya merubahnya menjadi ungkapan cinta dan sayang kepada Ibu…

FOREVER

by Westlife

You are the sun,
You are my light,
And you’re the last thing on my mind,
Before I go to sleep at night,
You’re always round,
When I’m in need,
When trouble’s on my mind,
You put my soul at ease,

There is no one in this world,
Who can love me like you do,
That is the reason that I,
Wanna spend forever with you,

I’ll be loving you forever,
Deep inside my heart you leave me never,
Even if you took my heart,
And tore it apart,
I would love you still, forever,

We’ve had our fun,
We’ve made mistakes,
But who’d have guessed along that road,
We’d learn to give and take,
It’s so much more than I could have dreamed,
Cause you make loving you, so easy for me,

There is no one in this world,
Who can love me like you do,
That is the reason that I,
Wanna spend forever with you,

I’ll be loving you forever,
Deep inside my heart you leave me never,
Even if you took my heart,
And tore it apart,
I would love you still, forever,

And girl I pray you leave me, never,

Cause this is the world, where lovers often go astray,
But if we love each other, we won’t go that way,
So put your doubts aside,
Do what it takes to make it right,
I love you, forever, no-one can tear us apart,

 

Oleh: Nurhayati's Blog | 5 Desember 2011

APA ITU WHEY ?

Whey adalah salah satu jenis bahan dasar (komposisi) yang digunakan dalam pembuatan suatu produk. Nah, pada kesempatan ini kita akan bahas apa itu Whey dan bagaimana ia diperoleh Penggunaan Whey dalam industri pangan saat ini cukup luas. Whey banyak digunakan dalam produk seperti susu bayi, susu bubuk, permen, makanan bayi dan juga pada flavor. Salah satu tujuan Whey adalah untuk mereduksi biaya produksi.

Whey adalah limbah dari pembuatan keju atau limbah pembuatan mentega. Whey dengan kata lain adalah serum susu terdiri dari komponen utamanya adalah:

Laktosa (4-7 %)
Protein (0.6 – 1.0 %)
Limbah Whey diseluruh dunia dapat mencapai lebih kurang 118 juta ton/tahun,dimana 66 % di eropa, 25 % di USA dan sisanya 9 % tersisa dinegara-negara lain.

Ditinjau dari titik kritis kehalalannya, Whey yang dapat bersumber dari pembuatan keju atau mentega, yaitu penggunaan enzim (renet, pepsin) dalam pembuatan keju. Sedangkan pada limbah mentega kemungkinan penggunaan gelatin yang ditambahkan untuk pengatur tekstur dan kelembutan.

Jenis Whey ada beberapa macam tergantung pada jenis asam atau enzim yang digunakan dalam pembuatan keju. Whey manis berasal dari limbah keju yang menggunakan enzim sebagai metode koagulasinya, sedangkan Whey asam diperoleh dari metode koagulasi yang menggunakan asam dan yang terakhir adalah jenis Whey teknis yang menggunakan asam selain asam laktat seperti HCl dan asam sulfat.

Dengan demikian jelas sudah mengapa bahan tambahan tersebut perlu dicurigai. Apalagi jika bahan tersebut berasal dari Eropa atau Amerika. Karena penggunaan enzim campuran (rennet dan pepsin, bersumber dari babi) dalam pembuatan keju di Eropa dan Amerika semakin meningkat dari hari ke hari.

Sumber: Jurnal Halal LP POM MUI

Oleh: Nurhayati's Blog | 16 November 2011

Kemalingan

Pada tanggal 25 Oktober 2011 kemarin sekitar pukul 04.30 akuterbangun dari tidur, entah karena firasat atau apa dalam seketika pandanganku langsung menangkap kondisi yang janggal dikamar kontrakan.

Mataku langsung tertuju pada meja komputer disamping tempat tidur, aku masih ingat betul posisi dari benda-benda yang tertata diatasnya. Dan kudapati benda yang paling kukenal ada disitu sudah raib, aku tersentak, aku menoleh ke arah pintu belakang sudah dalam kondisi terbuka.

Aku sudah benar-benar menyadari bahwa aku sudah menjadi korban kemalingan, kubangunkan sepupu yang masih terlelap dengan kasar. Dalam kondisi panik aku menuduhnya teledor tidak menutup pintu sebelum tidur, karena aku lebih dulu tidur darinya.

Aku cepat-cepat menuju dapur memastikan kondisi sebenarnya, ternyata selot kunci sudah terbuka, yang medandakan sebelumnya pintu dalam posisi sudah tertutup dan dibongkar secara paksa.

Inalillahi wa innailaihi raaji’un…

Older Posts »

Kategori